​7 Alasan Kenapa Menstruasimu Lebih ‘Deras’ dari Sebelumnya

 

Ketika kita membicarakan soal menstruasi, kita harus tahu bahwa tak semua menstruasi yang dialami tiap perempuan itu sama. Kalau kamu adalah tipe yang memang saat menstruasi selalu ‘deras’, kamu juga harus tahu bahwa setiap perubahan yang terjadi ketika kamu menstruasi bisa menjadi tanda kondisi kesehatan yang berbeda juga.

Dan ketika kamu adalah tipe yang memang kalau menstruasi gak sampai seminggu udah selesai, kamu juga harus curiga jika suatu saat menstruasimu lebih deras dari biasanya.

Ini 7 penyebab menstruasi perempuan lebih deras dari biasanya.

1. Belum lama mengganti metode KB sehingga membuat perubahan hormon di tubuh

Biasanya jika perempuan menggunakan metode KB berupa pil, mereka akan mengalami menstruasi yang cenderung sedikit dan tidak deras. Jika kamu belum lama ini mengganti metode KB dari pil ke metode yang lain, atau bahkan stop KB, itu bisa menjadi sebab kenapa menstruasi kamu lebih deras dari biasanya.

2. Kamu memasuki fase pra-menopause

Jangan kira menopause hanya untuk perempuan lanjut usia saja, karena menopause dini juga bisa menghampiri perempuan muda, bahkan di usia 30-an.

Pra-menopause dimulai 10 bulan sebelum memasuki fase menopause. Dan segala aktivitas abnormal yang terkait dengan menstruasi bisa menjadi tanda bahwa kamu sudah memasuki fase menopause.

3. Kamu sedang mengonsumsi jenis obat-obatan tertentu

 

Antikoagulan, atau yang dikenal sebagai pengencer darah, sering diberikan pada orang yang memiliki risiko penyumbatan darah karena darah yang dimiliki terlalu kental. Antikoagulan bekerja seperti aspirin, yang membuat aliran darahmu lebih lancar dan menurunkan risiko serangan jantung atau stroke.

Jika kamu mengonsumsi antikoagulan, ada kemungkinan jika itu juga memengaruhi aliran darahmu saat menstruasi.

4. Ada kemungkinan juga kalau kamu memiliki kelainan darah

 

Menstruasi yang terlampau deras bisa juga jadi tanda kelainan darah. Ada banyak jenis kelainan darah, salah satunya adalah Von Willebrand Disease (VWD) di mana penderitanya tak memiliki protein yang bisa mengentalkan darah.

5. Kamu memiliki fibroid

 

Fibroid adalah pertumbuhan sel yang tak normal pada rahim, cukup sering terjadi namun tak berpotensi kanker. Sebuah studi di Birmingham Women’s Hospital mengunkap bahwa 70 persen perempuan akan memiliki fibroid paling tidak sekali sebelum mereka berusia 50 tahun.

Dan salah satu tanda utama fibroid adalah menstruasi yang deras, kadang dengan sedikit pendarahan meski pun belum memasuki siklus menstruasi berikutnya.

Kadang penanganan fibroid tak terlalu rumit, beberapa wanita sembuh dari fibroid karena melakukan kontrasepsi seperti IUD atau pil.

6. Kamu memiliki Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS)

 

PCOS adalah sindrom ovarium polikistik yang menyebabkan terganggunya fungsi ovarium pada wanita yang berada pada usia subur. Sebanyak 10 persen perempuan memiliki PCOS, dan 50 persen di antaranya tak menyadari bahwa mereka memiliki PCOS. Perempuan yang memiliki PCOS bisa memiliki ketidakseimbangan hormon sehingga memengaruhi menstruasi.

7. Kamu memiliki infeksi

 

Dan ini bisa disebabkan oleh infeksi dari penyakit menular seksual seperti gonorrhea, chlamydia atau infeksi lainn yang menyebabkan adanya luka pada rahim sehingga membuat menstruasi lebih deras dari biasanya.

Jadi, jika kamu belum lama ini melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dan kemudian mengalami menstruasi yang deras, lebih baik kamu segera memeriksakan diri ke dokter.

Related posts