Mudik naik kereta

Hiruk pikuk mudik Lebaran terus menuju puncaknya. Kereta menjadi salah satu pilihan traveler untuk pulang kampung. Kenapa coba?
Euforia mudik sudah terasa semenjak hari Senin pada minggu terakhir bulan Ramadan. Kamis (22/6/2017) di Stasiun Gambir keriuhan mudik pun amat kental rasanya.
Mereka yang berangkat dari stasiun ini memang memilih kenyamanan untuk pulang kampung. Kenapa? Karena semua kereta yang tersedia dari stasiun ini adalah kereta eksekutif.
Para traveler dapat check ini dua jam sebelum keberangkatan kereta. Mereka yang mudik rata-rata menuju Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, dan daerah lainnya di Jawa Tengah maupun Jawa Timur seperti Surabaya dan Malang.
“Iya ini mau mudik ke Malang. Saya pilih berangkat dari Gambir karena pengen yang eksekutif. Biar bisa istirahat di kereta juga,” kata Kamal, pegawai swasta di bilangan Jalan Sudirman.
Berbeda dengan Kamal, traveler pemudik lainnya Esti yang berasal dari Semarang mengaku senang menggunakan kereta saat pulang kampung. Selain bebas macet, kereta api saat ini jauh lebih bagus dari tahun-tahun sebelumnya.
“Saya suka memakai kereta. Sering gunain juga kalau mudik. Tapi ya itu, kalau pesan tiket di musim Lebaran atau weekend susahnya setengah mati. Tapi alhamdulillah dapat juga,” ucap Esti. 
Saat ini, semua kelas kereta sudah dilengkapi dengan AC. Selain itu, tak ada lagi rebutan kursi dan merokok dalam perjalanan kereta. Karena kalau melanggar akan diturunkan di stasiun berikutnya.
Kereta juga menyediakan gerbong khusus restoran bagi para penumpang untuk berbuka puasa maupun bagi yang tidak menjalankan. Perjalanan panjang memang bikin perut lapar dan traveler bisa mengunjunginya.
Dalam perjalanan selama 6 jam contohnya dari Jakarta-Semarang. Pemudik bisa menghilangkan penat dengan bermain game di HP, mendengarkan musik, maupun tidur.
Jika Anda yakin, bisa melakukan salat di atas kereta. Karena perjalanan menggunakan kereta tak memungkinkan salat di musala stasiun pemberhentian.
Pemandangan saat sore dari kereta pun bisa mengobati kejenuhan dalam perjalanan traveler. Dengan lanskap sawah hijau yang membentang. Tak jarang gunung-gunung, seperti Ciremai, Slamet, Ungaran terlihat di belakangnya.
Lebih dari itu, selamat mudik dan salam hangat detikTravel untuk keluarga di rumah.